Sosmed:

Thursday, 4 February 2016

Ada 3 hal yang di tinggalkan umat Islam

Tentang Islam

http://semua-tentang-agam-islam.blogspot.com/
Ada 3 hal yang di tinggalkan umat Islam


1. Penanggalan Hijriah

Kenapa sih kita cinta sama penanggalan Masehi? Apa kita tau apa itu arti Masehi? Artinya adalah Kristus ( Cek kamus )
Ketahuilah saudaraku, Allah Subhana wa ta'ala berfirman dalam Al Quran

" Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah 12 bulan, ( sebagaimana ) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada 4 bulan haram. Itulah ( ketetapan ) agama yang lurus, maka janganlah kamu mendzalimi dirimu dalam ( bulan yang empat ) itu, dan perangilah kaum musyirikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa " (At Taubah : 36)

Kenapa kita harus cinta kepada tanggal Hijriah? Karena Islam semuanya dari penciptaan Nabi Adam Allaihi sallam sampai Nabi Muhammad Shallallahu 'allaihi wasallam beribadah menurut kalender hijriah, puasa kita di bulan Ramadhan ( apa ada kita puasa bulan januari s/d desember ), kita berhaji di bulan Muharam bukan di bulan2 masehi, kita puasa ayamul bidh apakah di tanggal masehi? Tidak, di tanggal Hijriah. Ingat saudaraku kita Umat Islam beribadah menurut penanggalan Hijriah, bukan penanggalan Masehi.

2. Hari Jum'at


Ketahuilah saudaraku, Hari2 besar Umat Islam itu ada 2 yaitu Hari Idul Fitri & Idul Adha, tapi Allah subhana wa ta'ala menetapkan hari baik dalam setiap minggu yaitu Hari Jum'at

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'allaihi wasallam bersabda,"Sesungguhnya hari jum'at adalah hari raya. Karena itu, janganlah jadikan hari raya kalian ini sebagai hari untuk berpuasa, kecuali jika kalian berpuasa sebelum atau sesudah hari jumat." ( Hadist riwayat Imam Ahmad & Imam Hakim; di nilai shahih oleh Syu'aib Al-Arnauth )

Keutamaan Hari Jum'at

Hadist Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'allaihi wasallam bersabda,

"Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itulah hari jum'at, pada hari itu Adam diciptakan, hari ketika ia di masukan ke dalam surga dan hari ketika ia di keluarkan dari surga. Dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali hari jum'at." ( Hadist riwayat Imam Muslim )

Ketahuilah saudaraku, orang2 kafir di luar sana membuat hari Jum'at menjadi hari yang Horror. Malem jum'at di ketahui sebagai hari yang menakutkan, hari yang di sebut2 sebagai sunnah rasul ( padahal tidak ada dalil yang benar tentang hal ini, ini kebodohan yang di buat2 manusia jahil ). Liat film2 seram kebanyakan friday, seakan-akan hari jum'at adalah hari yang paling di benci. Subhanallah, sebegitu bencinya mereka dengan hari yang Allah subhana wa ta'ala berikan kepada kita.

Hadits berikutnya, dari Abu Hurairah dan Hudzaifah radhiallahu 'anhu

"Allah menyimpangkan kaum sebelum kita dari hari Jum’at. Maka untuk kaum Yahudi adalah hari Sabtu, sedangkan untuk orang-orang Nasrani adalah hari Ahad, lalu Allah membawa kita dan menunjukan kita kepada hari Jum’at." ( Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya (II/286) kitab al-Jum’ah. )


Di antara keberkahan di hari jum'at.

"Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menun-jukkan sedikitnya waktu itu.” ( Shahih al-Bukhari (I/224) kitab al-Jum’ah dan Shahih Muslim (II/584) kitab al-Jumu’ah. )


3. Bahasa Arab

Bahasa Arab adalah bahasa yang paling sesuai dengan logika manusia,

misalnya kalimat, “ana masrurun bimuqobalatik” (saya disenangkan [senang] karena bertemu denganmu),

Maka bahasa Arab menggunakan “masrurun”, dalam bentuk maf’ul (objek penderita), bukan “saarrun” (fa’il/pelaku). karena ada sesuatu yang membuatnya senang yaitu bertemu, tidak mungkin ia senang sendiri jika tidak ada yang menbuatnya senang.

Bandingkan dengan bahasa indonesia, “saya merasa senang” dan bandingkan pula dengan kalimat “ana qoodimun” (saya datang) menggunakan bentuk fa’il (pelaku) karena memang ia melakukannya. (Faidah ini saya dapat dari guru kami Aris Munandar, SS. MA. Hafidzahullahu)

By : Ustadz Syafiq Basalamah

0 komentar:

Post a comment