Sosmed:

Monday, 11 January 2016

8 Ciri-ciri Suami yang Sholeh


1. Mempunyai hati yang lemah lembut.
Suami yang sholeh harulah memiliki hati yang lembut dan dapat merasakan perasaan orang lain. Dia dapat merasakan penderitaan orang lain dan berusaha meringankan tanpa siminta. dapat mengobati dengan kata-katanya yang indah, senyumnya yang tulus serta memberikan hadia yang menyenangkan. Semesial sangistri tertimpa musibah, dia akan turuntanggan seorang diri untuk menanggung bebannya.
Rasulullah SAW. memberikan petunjuk agar suami selalu berusaha mengobati hati istri-istrinya apabila ia terluka.
Dari Anas ra. berkata: “Shafiyyah mendengar bahawa Hafshah berkata Shafiyyah itu anak Yahudi. Maka menagislah ia. Lantas Rasulullah SAW. menghampiri sedangkan Shafiyyah masih dalam tangisannya.
Rasulullah bersabda : “Apa yang menyebabkan kamu menangis?”
Shafiyyah menjawab: “Hafshah berkata kepadaku bahawa aku anak Yahudi.”
Bersabda Rasulullah SAW : “Engkau adalah anak Nabi, bapa saudaramu Nabi dan engkau menjadi istri Nabi. Dengan apa dia membanggakan dirinya atas dirimu?”
Kemudian Nabi bersabda : “ Bertakwalah kepada Allah wahai Hafshah.” (Hadis Riwayat Nasai dan Tirmidzi)
Oleh karena itu pentingnya para suami mengambil teladan hikmah nabawiah yang agung ini dalam mengobatii hati istri yang terluka.
2. Menjaga rahsia rumah tangga.
Suami yang sholeh mengetahui tentang kewajipan menjaga rahsia terutamanya rahsia rumah tangganya. Islam melarang keras suami istri menceritakan rahsia rumah tangga mereka kepada orang lain.
Dari Abu Sa’id Al Khudriy r.a. berkata, bersabda Rasulullah SAW maksudnya : “Sesungguhnya seburuk-buruk kedudukkan manusia di hadapan Allah pada hari kiamat adalah seorang suami yang membuka rahsia dirinya kepada istri dan istri yang membuka rahsia dirinya kepada suami lantas salah seorang daripadanya menceritakan kepada orang ketiga.” (Hadis Riwayat Abu Daud)
3. Mentaati perintah Allah.
Suami sholeh dan istri solehah hendaklah selalu bekerjasama dalam menegakkan ketaatan kepada Allah SWT serta saling menasihati dalam mencari reda Allah.
Allah SWT berfirman : ” Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum kerana mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat seksa-Nya.” (Surah al-Maaidah ayat 2)
Sesungguhnya bekerjasama dalam ketaatan dan ibadah khususnya seperti sholat, zikir, sedekah dan lain-lainnya memiliki pahala yang agung dan kesan positif dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Rasulullah SAW memuji suami istri yang saling tolong menolong dalam taat kepada Rabbnya, rukuk dan sujud di tengah malam .
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW. bersabda maksudnya : “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun mengerjakan sholat dan membangunkan istrinya. Jika ia enggan, disiramkan air diwajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam mengerjakan solat dan membangun suaminya, apabila ia enggan disiramkan air di wajahnya.” (Hadis Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
4. Memuliakan keluarga istri.
Suami yang baik ialah suami yang memuliakan istri dan memuliakan kedua mertuanya serta kerabat dan sahabat-sahabatnya.
Dari Anas ra. berkata, Rasulullah SAW. bersabda maksudnya : “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hubungkanlah silaturrahim.” (Muttafaqun Alaihi)
Bagi suami yang ingin membahagiakan istrinya hendaklah menjaga perangai ini. Kunjungilah keluarga istri, selalu bertanya kabar mereka dan membantu bila mereka memerlukan. Bukankah seorang suami juga suka jika istrinya memuliakan saudara-saudara dan sahabatnya? Suami perlu paham bahawa ibu dan ayah mertua adalah sama seperti ibu dan ayahnya sendiri.
5. Memberi nasihat terhadap istri.
Suami yang sholeh hendaklah mampu mendidik dan mengajar istrinya dengan ilmu-ilmu yang bermanafaat seperti ilmu tentang halal dan haram, ilmu kekeluargaan, ilmu fiqh, akhlak , dakwah dan ilmu kemasyarakatan.
Firman Allah SWT maksudnya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surah At-Tahrim ayat 6)
Istri yang sholehah memperhatikan dan mencintai ilmu. Usahakanlah untuk memberi pengajaran kepadanya dan lapangkanlah jalan menuju kesana.
Rasulullah SAW. melarang orang yang menghalang wanita ke masjid.
Dari ibnu Umar r.a. sesungguhnya Nabi SAW. bersabda maksudnya : “ Apabila istri-istrimu meminta izin untuk ke masjid pada malam hari izinkanlah.” (Muttafaqun Alaihi)
Dari hadis di atas jelas sekali bahawa wanita mempunyai hak untuk mempelajari ilmu agama di luar rumah sekiranya suami tidak mampu mengajarnya sendiri.
6. Memiliki rasa cemburu (tidak cuwek).
Sifat seorang lelaki sholeh adalah memiliki rasa cemburu kepada istrinya kerana itu mengisyaratkan bahwa dia sangat mencintai istrinya. Islam memuji lelaki yang memiliki rasa cemburu dan mencela yang tidak memilikinya kerana bererti lemahnya emosi dan tanggungjawab. Namun, Islam juga menetapkan batas-batasnya agar keharmonisan rumah tangga tetap terpelihara.
Dari Abu Huraurah r.a. berkata, Rasulullah SAW. maksudnya : “ Allah itu pencemburu dan seorang mukmin juga pencemburu. Kecemburuan Allah adalah bila ada seorang hamba datang kepadaNya dengan perbuatan yang diharamkan.” (Hadis Riwayat Bukhari)
Seorang yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya dengan membiarkan istrinya bersolek, membuka aurat, bercampur bebas dengan lelaki bukan mahram merupakan seorang yang dayus dan layak untuk mendapat azab ysang pedih di akhirat nanti.
Dari Ibnu Umar ra. berkata, bersabda Rasulullah SAW. maksudnya :” Tiga golongan yang yang tidak akan masuk syurga; orang yang derhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang dayus dan wanita yang menyerupai lelaki.” (Hadis Riwayat Nasai dan hakim)
7. Memiliki sifat sabar dan penyantun.
Seorang suami harus memiliki sifat sabar dan penyantun. Ini kerana tiada sesuatu yang begitu ideal dalam kehidupan berumah tangga. Sebuah keluarga biasanya akan mengalami goncangan dan masalah. Jangan terburu-buru dalam melakukan sesuatu. Dengan berbekal sifat sabar segala masalah dapat diselesaikan dengan baik. Sifat santun dan pemaaf merupakan prilaku yang dicintai Allah dan RasulNya.
Firman Allah SWT maksudnya : “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Surah Ali-Imran ayat 134)
8. Memiliki sifat pemaaf.
Suami perlu memiliki jiwa pemaaf karena kita ketahui manusia tidak ada yang sempurna. Kadang-kadang suami keliru membenci sesuatu yang ada pada istri. Ternyata yang dibenci itu mengandungi kebaikan dan akan diperlukan pada saat tertentu.
Firman Allah SWT : Wahai orang-orang beriman, tidak halal bagi kalian mewariskan perempuan-perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kalian menyulitkan mereka karena ingin mengambil sebagian dari apa yang telah kalian berikan kepada mereka kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik. Jika kalian tidak menyukai mereka maka bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (Surah an-Nisa’ ayat 19)
Kita tidak harus mengharapkan wanita seperti malaikat, tanpa cacat. Wanita adalah makhluk Allah yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Janganlah disebabkan sedikit kekurangannya telah menenggelamkan kesemua kebaikannya. Contohilah akhlak Rasulullah SAW terhadap istri-istri baginda.
Dari Abu Hurairah ra., bersabda Rasulullah SAW: “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Bila benci terhadap sebahagiannya ada bahagian lain yang menyenangkan.” (Hadis Riwayat Muslim)
Diterjemahkan oleh: (har) dari islamituindah.my
Semua tentang agama islam.

0 komentar:

Post a comment