Sosmed:

Friday, 8 January 2016

Ibnu Shayyad, Sahabat yang Dikira Dajjal



TAHUKAH Anda dengan Ibnu Shayyad? Ya, dia adalah orang dikira sebagai Dajjal, sebab memiliki ciri-ciri yang sama seperti halnya Dajjal. Ciri-ciri yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW ini, membuat para sahabat lebih waspada. Maka, ketika mendengar bayi lahir dengan ciri-ciri tersebut, mereka mengira itulah Dajjal. Mau tahu seperti apa kisah hidupnya? Ini dia ringkasan hidup Ibnu Shayyad, orang yang disebut Dajjal.
Dajjal adalah salah seorang keturunan Adam yang diciptakan Allah untuk menjadi ujian bagi umat manusia di akhir zaman. Dengannya, banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengannya pula banyak orang yang diberi petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.
Al-Hafidz Ahmad bin Abu Abar meriwayatkan dalam At-Tarikhnya dari jalur Mujalid, dari Asy-Sya’bi ia berkata, “Kuniah (panggilan) Dajjal adalah Abu Yusuf.”
Diriwayatkan dari Umar bin Khatthab, Jabir bin Abdullah dan shahabat lainnya, bahwa Dajjal adalah Ibnu Shayyad.
Imam Ahmad menuturkan, Yazid bercerita kepada kami, Hammad bin Salamah bercerita kepada kami, dari Abu Yazid, dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari ayahnya, Rasulullah SAW bersabda, “Kedua orang tua Dajjal hidup selama tiga puluh tahun, tanpa dikaruniai seorang anak, kemudian dikaruniai seorang anak lelaki yang banyak memberi bahaya dan sedikit memberi manfaat, kedua matanya tertidur namun hatinya tidak tidur.”
Setelah itu Nabi SAW menyebutkan ciri kedua orang tua Dajjal. Beliau bersabda, “Bapaknya adalah seorang yang tinggi dan gempal, berhidung mancung lakasana paruh burung, sedangkan ibunya seorang wanita yang bertulang besar dan berdada besar.”
Abu Bakrah berkata, “Setelah itu kami mendengar berita bahwa seorang bayi Yahudi lahir di Madinah. Aku kemudian pergi bersama Zubair bin Awwam lalu menemui kedua orang tuanya. Kami mendapati keduanya tepat seperti yang disebutkan Rasulullah SAW.
Ternyata anak tersebut tengah berbaring di bawah terik matahari, dengan mengenakan qathifah (sejenis pakaian kemewahan). Ia bergumam. Lalu, kami menanyai kedua orang tuanya dan keduanya menjawab, ‘Kami telah hidup selama tiga puluh tahun dan belum memiliki anak, ketika kami melahirkan, anak kami buta sebelah matanya, dan banyak membahayakan kami daripada memberi manfaat.’
Ketika kami keluar, kami berpapasan dengan anak tersebut. Lalu ia berkata, ‘Aku tahu apa yang kalian bincangkan tentangku.’ Kami menjawab, ‘Apakah kamu mendengarnya?’ Ia menjawab, ‘Ya, sungguh mataku terpejam tapi hatiku tidak.’ Ternyata dia adalah Ibnu Shayyad.”
Tirmidzi mentakhrij hadits ini dari Hammad bin Salamah. Ia berkata, “Hadits ini hasan.” Saya katakan, bahkan sangat mungkar. Wallahu ‘alam.
Ibnu Shayyad adalah seorang Yahudi Madinah. Julukannya Abdullah. Ada juga yang menyebut Shafi. Riwayat menyebut kedua nama tersebut. Mungkin nama aslinya Shafi, kemudian setelah masuk Islam menggunakan nama Abdullah. Anaknya, Umarah bin Abdullah, termasuk salah satu tokoh tabi’in. Malik dan lainnya meriwayatkan hadis darinya.
Namun, seperti yang telah disampaikan, yang benar Dajjal bukanlah Ibnu Shayyad. Dan Ibnu Shayyad termasuk dajjal-dajjal pendusta yang bertaubat setelah itu, lalu ia menampakkan keislamannya. Akan tetapi, Allah lebih mengetahui isi hati dan perjalanan hidupnya. Sementara Dajjal terbesar adalah Dajjal yang disebutkan dalam hadis Fathimah binti Qais yang meriwayatkan hadis tersebut dari Rasulullah SAW, dari Tamim Ad-Dari. Dalam hadis ini disebutkan kisah jassasah. []
Referensi: Bencana dan Peperangan Akhir Zaman Sebagaimana Rasulullah SAW Kabarkan/Karya: Ibnu Katsir/Penerbit: Ummul Qura

0 komentar:

Post a Comment